PRODI EKONOMI PEMBANGUNAN MENYELENGGARAKAN WEBINAR BERTEMA :“DOES CREDIT CRUNCH OCCUR DARING THE PANDEMIC”

Perekonomian dunia dan khususnya Indonesia mengalami tantangan berat pada tahun 2020 akibat penyebaran Covid-19 yang meluas dengan cepat ke berbagai daerah, sehingga WHO sebagai lembaga kesehatan dunia menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Covid-19 merupakan kejadian luar biasa dalam bidang kesehatan yang memberikan dampak signifikan terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Langkah tanggap darurat yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap pandemi ini adalah dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar diseluruh wilayah Indonesia. Penerapan pembatasan sosial berskala besar tentu saja memiliki konsekuensi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat seperti kegiatan proses produksi barang dan jasa yang terhambat karena suplai bahan baku yang terbatas. Dampak dari penurunan aktivitas ekonomi sektor riil dapat menekan sektor keuangan. Berdasarkan Kondisi Stabilitas Sistem Keuangan September 2020 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, Pertumbuhan ekonomi global Semester I 2020, khususnya Triwulan II 2020 terkontraksi sangat tajam. Selain dari sisi permintaan, korporasi juga menghadapi permasalahan dari sisi penawaran. Menurut Agenor,dkk dalam Harmanta, dkk (2005), penyebab menurunnya penyaluran kredit perbankan apakah berasal dari faktor permintaan kredit atau faktor penawaran kredit mempunyai implikasi penting terhadap kebijakan fiscal dan moneter. Misalkan, jika bank enggan menyalurkan kredit karena merasa naiknya risiko kegagalan yang tidak dapat 6 diinternalisasi dengan kenaikan biaya peminjaman, maka kebijakan fiskal untuk mencoba memperbesar likuiditas guna menstimulasi permintaan agregat tidak akan efektif meningkatkan permintaan kredit. Sebaliknya, jika rendahnya penyaluran kredit disebabkan sektor usaha mengurangi permintaan terhadap kredit karena merasa lemahnya permintaan di masa datang (demand side), kebijakan fiskal ekspansi mungkin dapat mendorong permintaan agregat dan ekspansi kredit. Dari sisi kebijakan moneter,terjadinya credit crunch karena enggannya perbankan menyalurkan kredit menyebabkan kebijakan moneter yang relatif longgar tidak dapat ditransmisikan ke sektor riil melalui pemberian pinjaman. Selain itu, credit crunch juga dapat mengurangi ruang gerak bagi kebijakan moneter, karena dalam kondisi yang demikian kebijakan moneter yang menaikkan suku bunga akan memperparah kondisi dunia usaha.

Sebagai bentuk kepedulian Prodi Ekonomi Pembangunan terhadap kondisi ekonomi Indonesia di masa pandemic maka prodi mengadakan Webinar dengan Tema “Credit Crunch Di Masa Pandemic covid 19” dengan harapan akan menambah wawasan mahasiswa tetang kondisi perekonomian saat ini dan memberikan ruang diskusi bagi akademika FEB untuk dapat memberikan solusi bagi perekonomian Indonesia. Acara webinar ini megundang narasumber Bapak Teguh Santoso yang merupakan dosen di Universitas Padjajaran yang memiliki keahlian dalam bidang ekonomi, Ekonomi Keuangan, Sektor Perbankan dan Performa dan stabilitas Perbankan.(/”vfp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *